Hah Lada




BLOG Yang Ane Buat ini menggunakan

BLOGNA BUDAK
LEGOK NOONG
RANGKASBITUNG


Selamat Datang,Selamat bergabung thanx udah mampir diblog kami, yuUk mangga Silahkan nikmati Menu sederhana ala kadarnya yg udh kami sediakan

Buat Fans Radja Kami Sediakan Be2rapa Lirik-lirik Lagu Radja

Sabtu, 30 Juli 2011

JUJUR MEMBENTUK HATI YANG BERSIH

Bukan mudah menyelaraskan kata dan perbuatan. Butuh pertimbangan matang untuk berucap jujur sambil diikuti perilaku nyata dari apa yang sudah kita katakan.

Dalam buku berjudul 'Jujur Mata Uang Dunia Akhirat',lafaz jujur didefinisikan dengan memberitahukan atau menuturkan sesuatu dengan sebenarnya. Yang dimaksud adalah sebuah sifat yg diperoleh melalui mujahadah (kesungguhan), kebiasaan hidup se2orang yg baik, sejatinya ditanam se2orang sejak dini agar kelak ia dewasa memetik buahnya. Tiang - tiang keju2ran yg ditancapkan itu dengan sendirinya menjadi kokoh dan lurus. Ia mejelma sebagai fondasi kehidupan yg akan menjadi penjaga kepribadian dan ketakwaan seorang hamba kepada Tuhannya.
Bertolak dari ketentuan ini, dapat disimpulkan bahwa keju2ran tidak dimonopoli manusia tertentu, tidak manusia remaja,dewasa,para orang tua atau anak kecil sekalipun sebab pada hakekatnya, hidup bersama orang-orang yg jujur dan berjalan diatas kebenaran,bak memperoleh suatu nikmat yg besar.
Pantas kiranya Rasulullah, sebagaimana diriwayatkan
Abdullah bin Umar ra.
menyebutkan, "Empat perkara yg jika semuanya terdapat pada dirimu, maka engkaulah akan selamat (terindar dari bencana), yaitu menjaga amanat, berbuat jujur, berakhlak baik dan suci (halal) dalam makanan."

Senada dengan hal diatas, para ahli bahasa menyebut kejujuran sebagai; "Penyesuain perkataan dengan perasaan yg disampaikan secara bersamaan.
Tapi ketika salah satu syarat penyesuain itu rusak, maka hal itu bukan kejujuran yg sempurna..."
Defenisi tersebut dalam praktek kehidupan sehari-hari memang kerapkali terjadi. Artinya, ketentuan penyesuaian antara kata dan perbuatan memang kerapkali terkoyak.
Manusia acpa merasa kesulitan melakukan penyesuaian antar perkataan dengan perasaan yg diucapkannya. Banyak orang malah dengan mudah berbohong akibat tidak mampu melakukan penyesuaian tersebut.
Tapi sikap seperti itu masih lebih bisa ditolerir, ketimbang, ada sebagian orang yg 'seolah' mampu menyelaraskan fikiran dan ucapanya, padahal dalam prakteknya nol alias tidak sesuai.
Dapat disimpulkan bahwa penyesuaian yg dimaksud di sini juga meliputi penyesuaian antara ucapan dengan sikap dan perbuatan. Apa yg kita sampaikan, harus pula kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Sob Corat - Coret
Disini dindingnya Jangan
dicoret ya takut rusak
gakgakgakgakgak